Sunday, February 24, 2013

ISA ADALAH NABI ( BUKAN TUHAN DAN BUKAN ANAK TUHAN )



ISA ADALAH NABI ( BUKAN TUHAN DAN BUKAN ANAK TUHAN )



“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.” (Terj. QS. Ali Imran: 59)

Kelahiran Nabi Isa tanpa seorang bapak tidaklah musatahil, bukankah Nabi Adam ‘alaihis salaam lahir tanpa seorang bapak dan seorang ibu dan bukankah Hawaa’ lahir dari laki-laki (tulang rusuk Adam). maka Isa adalah Nabi, Bukan Tuhan dan Bukan Anak Tuhan

ISA ADALAH NABI ( BUKAN TUHAN DAN BUKAN ANAK TUHAN )

Abu Yahya Marwan Bin Musa

Maryam adalah seorang wanita yang salihah, yang dididik dan dibesarkan oleh Nabi Zakariya. Maryam tinggal di mihrab masjid beribadah kepada Allah Ta'ala dan berdzikr kepada-Nya.

Suatu hari, Maryam didatangi oleh para malaikat dalam wujud manusia, mereka menyampaikan pujian Allah kepadanya dan mendorongnya untuk terus taat beribadah dan melakukan shalat, mereka berkata,

"Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).--Wahai Maryam! Taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukulah bersama orang-orang yang ruku'." (Terj. QS. Ali Imran: 42-43)

Selanjutnya, para malaikat itu memberitahukan kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak darinya yang akan menjadi Nabi dan Rasul yang mulia yang diperkuat dengan mukjizat, mereka berkata, :

"Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat[i] (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih[ii] Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),--Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk orang-orang yang saleh." (Terj. QS. Ali Imran: 45-46)

Mendengar berita itu, maka Maryam merasa heran, yakni bagaimana dirinya akan melahirkan anak, sedangkan ia tidak mempunyai suami dan tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhnya, maka Allah memberitahukan, bahwa demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya cukup berkata kepadanya, "Jadilah!" lalu jadilah dia(lihat Ali Imran: 47). 

Ketika itu, Maryam hanya pasrah terhadap ketetapan itu dan berharap agar Allah memberikan jalan keluar baginya karena khawatir kaumnya akan menuduh yang tidak benar kepadanya.

Kelahiran Nabi Isa tanpa seorang bapak tidaklah musathil, bukankah Nabi Adam ‘alaihis salaam lahir tanpa seorang bapak dan seorang ibu dan bukankah Hawaa’ lahir dari laki-laki (tulang rusuk Adam). 

Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman,

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.” (Terj. QS. Ali Imran: 59)

Pada suatu hari, saat Maryam sedang menyendiri, Allah mengutus Malaikat Jibril kepadanya dalam wujud manusia yang sempurna. Ketika Maryam melihatnya, maka ia segera terperanjat dan takut kepadanya, ia pun segera berlindung kepada Allah dari orang itu, maka malaikat Jibril langsung menenangkannya dan memberitahukan kepadanya, bahwa dia adalah utusan Allah untuk mengaruniakan kepadanya seorang anak yang suci (lihat QS. Maryam: 18-19).

RUH DTIUPKAN OLEH MALAIKAT JIBRIL

Malaikat Jibril pun langsung meniupkan ruh ke leher baju Maryam, lalu tiupan itu masuk ke farjinya, maka Maryam pun hamil.

Waktu pun berlalu, maka tibalah saatnya bagi Maryam untuk melahirkan anak, maka ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Dan rasa sakit akan melahirkan anak memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma, Maryam berkata, "Wahai kiranya, aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan."

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, "Janganlah kamu bersedih hati, Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.-Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,--Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia, maka Katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini." (Lihat QS. Maryam: 23-26)

MARYAM DITUDUH BERZINA, NABI ISA BERBICARA DALAM USIA BAYI

Selanjutnya, Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Lalu kaumnya yang terdiri dari orang-orang Yahudi berkata, "Wahai Maryam, Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar. Wahai saudara perempuan Harun[iii], ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina."

Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka pun berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"Ketika itulah Allah Subhaanahu wa Ta'ala menjadikan Isa putera Maryam berbicara, Beliau berkata,

"Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi---Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi (mengajarkan kebaikan) di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku shalat dan zakat selama aku hidup;---Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka---Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (Terj. QS. Maryam: 30-33)

Meskipun begitu, orang-orang Yahudi tetap saja menuduh Maryam berzina, dan ketika Maryam merasa khawatir terhadap tindakan jahat mereka terhadap dirinya dan anaknya, maka Maryam membawa puteranya ke tempat yang jauh agar mereka tidak menyakitinya.Ketika Nabi Isa 'alaihis salam sudah besar, maka Maryam membawa lagi Nabi Isa ke tempat kelahirannya Baitlahm (dekat Baitulmaqdis) di Palestina.

Ketika Nabi Isa 'alaihis salam kembali ke kaumnya, maka Beliau melihat ternyata kaumnya telah menyimpang dari jalan yang diajarkan Nabi Musa 'alaihis salam. Mereka sibuk dengan dunia dan tidak mengisi hidupnya dengan beribadah kepada Allah Ta'ala.Bahkan di antara mereka ada yang mengingkari hari Kiamat, mereka berkata, "Tidak ada hisab dan pembalasan pada hari Kiamat."

Sebagian dari mereka lagi ada yang kelewatan batas dalam mencintai dunia, sehingga mereka dengan tega mengambil harta manusia dengan berbagai cara.Kondisi Bani Israil ketika itu benar-benar butuh diperbaiki, maka sungguh tepat diutusnya Nabi Isa 'alaihis salam kepada mereka untuk membimbing mereka ke jalan yang lurus. Maka mulailah Nabi Isa 'alaihis salam mengajak mereka beribadah kepada Allah Ta'ala dan meninggalkan kebodohan dan kesesatan yang menimpa mereka.

MUKJIZAT NABI ISA

Allah Ta'ala menguatkan Nabi Isa 'alaihis salam dengan mukjizat yang besar yang sesuai dengan zamannya sebagai bukti bahwa Beliau adalah utusan Allah Ta'ala[iv].

Allah Ta'ala memberikan mukjizat kepadanya dengan mampu menghidupkan orang yang telah mati, menyembuhkan orang yang sakit yang tidak sanggup disembuhkan penyakitnya oleh para tabib, Allah juga mengajarkan sebagian ilmu gaib kepadanya. 

Oleh karena itu, Beliau mengetahui apa yang dimakan orang-orang dan apa yang mereka simpan di rumah. Maka mulailah Nabi Isa 'alaihis salam mengajak kaumnya ke jalan yang lurus serta menguatkan ajakannya itu dengan mukjizat yang Allah berikan, Beliau berkata, "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. 

Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman--Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (Terjemah QS. Ali Imraan: 49)

Meskipun mukjizat telah ditunjukkan oleh Nabi Isa 'alaihis salam, tetapi tidak ada yang beriman dari mereka kecuali sedikit saja, dan mereka terus-menerus di atas kekafiran dan penentangan di samping mereka menuduhnya sebagai pesihir. 

Namun demikian, Nabi Isa 'alaihis salam tidak berputus asa dan terus mengajak mereka beribadah kepada Allah Ta'ala, hingga akhirnya Nabi Isa 'alaihis salam meminta kepada kaumnya untuk membantunya menolong agama Allah, lalu Allah menunjuki segolongan kaum fakir dan miskin kepada keimanan, dan mereka inilah yang menjadi pengikut setianya (hawariyyun) yang dipilih Allah Ta'ala untuk mengemban dakwah yang hak dan menolong Nabi Isa 'alaihis salam. 

Jumlah mereka hanya 12 orang saja. Ibnu Ishaq berkata: Nabi Isa ‘alaihis salam memiliki hawariy (sahabat setia yang membelanya), yang jumlahnya ada 12 orang, yaitu Petrus, Ya’qub bin Zabda, Yohanes saudara Ya’qub, Andraawes, Falibas, Ibritslima, Mata, Tomas, Ya’qub bin Halqiya, Tadaawus, Fataatiya, Yudas Karyaayota. Dan Yudas inilah (yang murtad) yang menunjukkan orang-orang Yahudi tentang keberadaan Isa.”

Suatu hari para pengikuti setia Nabi Isa 'alaihis salam (kaum hawari) meminta kepada Nabi Isa 'alaihis salam agar Beliau berdoa kepada Allah Ta'ala agar Dia menurunkan hidangan untuk mereka langsung dari langit, lalu Nabi Isa 'alaihis salam menasihati mereka agar bertakwa kepada Allah dalam hal itu, lalu para hawari berkata, "Kami ingin memakan hidangan itu dan agar hati kami tenteram dan agar kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu." (Terj. QS. Al Ma'idah: 113)

Tetapi ketika Nabi Isa 'alaihis salam melihat ternyata para hawari tetap saja meminta hidangan dari langit, maka Nabi Isa 'alaihis salam berdiri shalat dan berdoa, "Ya Tuhan Kami turunkanlah kiranya kepada Kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama." (Terj. QS. Al Ma'idah: 114)

Maka Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu. Barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia." (Terj. QS. Al Ma'idah: 115)

Tidak berapa lama kemudian, Allah menurunkan hidangan dari langit, dan manusia melihatnya, sedangkan hidangan itu terus mendekat sedikit demi sedikit. Hidangan tersebut pun sampai berada di hadapan Nabi Isa 'alaihis salam, lalu Nabi Isa dan orang-orang yang berada di dekatnya bersujud kepada Allah sambil bersyukur karena dikabulkannya permintaan mereka.

Selanjutnya, Nabi Isa 'alaihis salam membuka penutup hidangan itu, dan ternyata dalam hidangan itu terdapat sesuatu yang disukai jiwa dan enak dipandang mata[v], lalu para hawari memakan hidangan itu. Dan ikut pula bersama mereka ribuan manusia yang datang kepada Nabi Isa agar mereka disembuhkan dari penyakitnya dengan izin Allah. Dan turunnya hidangan itu menjadi hari raya bagi kaum hawari dan para pengikut Nabi Isa 'alaihis salam untuk masa yang panjang.

  • Maraji’: Al Qur'anul Karim (Terjemah Depag),
  • Mausu'ah Al Usrah Al Muslimah,
  • Fathul Bari (Al Hafizh Ibnu Hajar),
  • Shahih Qashashil Anbiya' (Salim Al Hilaliy), dll.

[i] Maksudnya dengan kalimat kun (jadilah) tanpa bapak, yaitu Nabi Isa 'alaihis salam.
[ii] Beliau disebut Al Masih karena apabila Beliau mengusap orang yang berpenyakit niscaya akan sembuh dengan izin Allah. Ada pula yang berpendapat, bahwa Beliau disebut Al Masih, karena perjalanan yang Beliau lakukan di bumi membawa agamanya karena menjaga diri dari fitnah, dimana ketika itu orang-orang Yahudi mendustakannya dan menuduh dusta dirinya dan ibunya.
[iii] Maksud “Saudara perempuan Harun” adalah bahwa Maryam seperti halnya Harun seorang ahli ibadah di zamannya, atau seperti Harun saudara Musa ‘alaihis salam karena mirip sekali dengan ibadahnya.
[iv] Para ulama menjelaskan, bahwa Allah Ta’ala mengutus setiap nabi dengan membawa mukjizat yang sesuai dengan kondisi zaman itu. Di zaman Nabi Musa, sihir merebak di mana-mana, dan para tukang sihir dimuliakan, maka Allah Ta’ala mengutus Nabi Musa ‘alaihis salaam dengan mukjizat yang membuat mata terbelalak dan membuat heran para tukang sihir, para tukang sihir akhirnya yakin bahwa hal itu dari sisi Allah, mereka pun masuk Islam dan menjadi orang-orang salih. Adapun di zaman Nabi ‘Isa ‘alaihis salaam, ilmu pengobatan sedang masyhur, maka Allah Ta’ala mengutus Nabi ‘Isa ’alaihis salam dengan mukjizat yang tidak bisa ditandingi oleh para dokter, bagaimana bisa dilakukan oleh dokter menghidupkan benda mati, mengobati orang yang buta sejak lahir dan yang terkena penyakit sopak, demikian juga Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, Allah mengutusnya di zaman para fushaha’ (pandai bahasa) dan para syu’araa (ahli sya’ir), Allah Ta’ala memberikan kepada Beliau kitab yang tidak bisa ditandingi oleh siapa pun meskipun jin dan manusia berkumpul untuk membuatnya.
[v] Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ishaq bin Abdullah, bahwa hidangan tersebut turun kepada Nabi Isa putera Maryam, dimana pada hidangan itu ada tujuh buah roti dan tujuh buah ikan besar. Mereka makan sepuasnya.



Saturday, February 23, 2013

MENYIKAPI KECEMASAN DALAM ISLAM


Mengutip dari Prof. Dale Carnagie (Prof. Yale Univ) dengan sudut pandang selama 7 tahun membaca buku2 tentang kecemasan manusia, semakin banyak orang mencemaskan sesuatu yang belum terjadi, yang bila ditelaah lebih lanjut, kecemasan tersebut terlalu berlebihan dan tidak masuk akal.
Sebagai contoh, seorang pedagang yang harus menyebrang jembatan untuk mencapai tempat kerjanya dan merasa cemas bila jembatan yang akan dilalui akan jatuh dan mencelakainya.

Kemungkinan hal itu akan terjadi adalah sangat kecil, sehingga kecemasan yang dirasakan sangat berlebihan. Kecemasan yang berlebihan inilah yang membuat seseorang tidak dapat berfikir dengan jernih.

Bagaimana menyikapi kecemasan:

1. Memanfaatkan waktu
  • Jika manusia mampu mengendalikan diri dengan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, serta mampu menghadapi kegetiran hidup tanpa menanti uluran tangan orang lain (hanya bergantung pada Allah), maka ia akan mampu meraih cita-cita yang menjadi impiannya.
  • Yang paling berharga dalam hidup kita adalah waktu. Pergantian waktu siang dan malam merupakan kendaraan untuk perjalanan ke Akhirat.
  • “Jadilah seorang pengendara yang baik menuju negeri akhirat, jangan lalai dengan kasih sayang Allah, sesungguhnya Neraka dan Surga sangat dekat dengan kita, bahkan lebih dekat dari tali sandal kita”
    (Hadist)
Surat Al Zalzalah (99) ayat 7-8

”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.”
  • Dalam pandangan Allah tidak ada yang sia-sia, jika kita melakukan segala sesuatu walaupun sedikit pasti akan dihitung.
2. Introspeksi Diri
  • Perlu dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan kesalahan yang kita lakukan di masa lalu, sehingga bisa kita perbaiki.
3. Mendekatkan diri pada Allah
  • Orang yang menjauhkan diri pada Allah, maka sama saja menciptakan penderitaan dan bencana untuk diri sendiri.
  • Menjauhkan diri hanya akan menambah penderitaan dan bencana. Segala kecantikan, kepopuleran, ilmu pengetahuan, kecerdasan, semua akan berubah menjadi bencana jika kita melepaskan diri dari taufik dan tidak mendekatkan diri pada Allah. Karena semua itu tidak ada artinya dihadapan Allah, jika kita tidak mendekatkan diri kepada Allah.
  • Hanyalah meminta tolong pada Allah jika bencana mengancam
  • Orang-orang Muslim itu seperti pohon yang tinggi yang selalu diterpa angin (cobaan), sehingga harus selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Orang-orang Muslim harus beriman kepada Qada dan Qadar, jangan pernah lepas dari kepasrahan kepada Allah SWT
Surat Az Zariyat (51) ayat 50-51

”Maka segeralah kembali kepada (mentaat) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah”

4. Hari ini Milik Anda
  • Orang2 yang telah mengukir prestasi, mereka tidak terpaku pada hari esok yang belum pasti, yang mereka lihat adalah hari ini.
5. Jangan menyesali nasi yang sudah jadi bubur.
Rasulullah SAW bersabda ”

Siapa yang menyambut pagi dengan perasaan dan hati yang tentram, sehat fisiknya, mempunyai makanan yang cukup pada hari ini, maka seakan-akan dunia telah dicerahkan kepadanya.”

(HR Tarmadzi)
  • Melihat dan memikirkan hal2 yang telah lalu adalah suatu kebodohan, kita harus melihat kedepan. Kita harus mempunya visi, cita2 kedepan tetapi jangan berangan2 kosong, dan jangan terlalu cemas dengan masa depan, karena itu merupakan sumber penyakit (stress).
  • Di dalam Islam, kita tidak boleh berlebihan dalam segala sesuatu dan tidak boleh meratapi masa lalu. Yang paling dekat dengan kita adalah kematian dan yang paling jauh adalah masa lalu.
  • Hanya orang2 yang berpikir jernih yang bisa bersikap optimis.
  • Orang yang positif melihat hari depan, merupakan potensi orang berpikir jernih, dan orang yang berpikir jernih, akan bersikap optimis serta dapat menciptakan karya yang luar biasa.
Kesimpulan :
  • Sesungguhnya fokus dan cemas pada sesuatu yang belum terjadi adalah kebodohan, hal ini akibat dari perasaan pesimis.
  • Seharusnya kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki saat ini. Hal ini berhubungan dengan rasa syukur dan tawakal kita pada Allah S.W.T  

Tuesday, October 16, 2012

40 Fakta Menarik Tentang ISLAM



Agama Islam bukan hanya agama rasional tapi juga agama unik sehingga banyak menarik perhatian pemeluk agama lain. Berikut ini beberapa fakta sejarah maupun fakta ilmiahnya:

1. Nama “Muhammad” adalah nama yang paling populer di seluruh dunia (walaupun salah mahomed..mohammed..dll) dan menempati urutan nomor dua di negara Inggris untuk nama bayi laki-laki ( urutan pertama ditempati oleh nama ‘Jack’ )
 

2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam

















3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’ juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai arti bubuk

4. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an menggambarkan pentingnya persamaan hak antara pria dan wanita ( secara perhitungan matematik ). Kata “Pria” dan “Wanita” di dalam Al-Qur’an sama-sama berjumlah 24

5. Tidak ada apa-apa di dalam Ka’bah

6. Islam merupakan agama yang pertumbuhannya paling cepat di dunia menurut banyak sumber, diperkirakan akan menjadi agama nomor 1 pada tahun 2030

7. Umat Hindu percaya bahwa di dalam Ka’Bah ada salah satu dari Tuhan mereka yang bernama ‘Shiva Lingam‘

8. Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji hanya 1 kali dalam hidupnya

9. Jikalau sekarang Al-Qur’an dihancurkan, maka versi arab dari Al-Qur’an akan segera di-recover oleh jutaan muslim, yang disebut Huffaz yang telah menghafalkan kata-kata di dalam Al-Qur’an dari mulai awal sampai dengan akhir ayat.

10. Nama original dari kota suci Madinah adalah “Yasthrib”

11. pemeluk Islam bertambah 2,9% per tahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% per tahun.

12. Berdasarkan data dari Departmen Pertahanan Amerika Serikat. Dari 1,4 juta prajurit di militer Amerika, diperkirakan ada sekitar 3.700 yang beragama Islam ( Muslim ).

13. islam menyebar ke bumi nusantara ketika Nabi Muhammad masi hidup

14. Sebanyak 8 juta orang Muslim yang kini ada di AS dan 20.000 orang AS masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa 9/11

15. Jasad Nabi Muhammad pernah ingin dicuri 2 kali, namun kedua2nya gagal dan salah satu yang mencuri dihilangkan oleh Allah dari bumi

16. Jasad Firaun (Ramses II) yang tenggelam di laut merah, Baru ditemukan

oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. setelah 3000 tahun berada di bawah tanah dan pasir

17. Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal jutaan manusia (Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.

18. Jika agama lain bisa punya lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu dengan lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di dalamnya.

19. Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi yang berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), radiasi tersebut menembus planet mars dan masih berlanjut. peneliti mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

20. Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air.

21. Shalat yang pertama dilakukan oleh Rasulallah Saw menghadap Masjidil Haram adalah shalat Ashar bersama para sahabat, setelah sebelumnya berkiblat ke Masjidil Baitul Maqdis selama enam belas bulan.

22. IBRAHIM adalah “Bapak” dari tiga agama besar, yakni “Judaisme”, “Nasrani”, dan “Islam”.

23. Malaikat tidak terhitung jumlahnya dan hanya Allah yang mengetahuinya.

24. Islam, berarti “submisi” atau “menyerah” kepada satu Tuhan, Allah. “Islam” juga berasal dari kata “salam”, “perdamaian” dan yang kedua dalam arti “berserah diri”. demikian, arti dari “Islam” adalah “kedamaian yang sempurna yang datang bila kita hidup berserah diri kepada Allah”.

25. Rasulullah pernah membelah bulan menjadi 2 bagian, dengan hanya menunjuk bulan dengan jarinya. diabadikan Allah dalam al-Qur’an surah Al-Qamar ayat 1: “Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah.”

26. sebelum Nabi Ibrahim menginjakkan kakinya ke tanah Makkah sudah ada bangunan Ka’bah yang telah dibangun oleh malaikat dan generasi

sebelum Nabi Ibrahim as. Hal itu dapat dipahami dari kata “Yarfa’u” meninggikan berarti meninggikan bangunan yang sudah ada.

27. Aliran sesat di Indonesia dalam rentangan waktu selama 6 tahun saja (2001 – 2006) telah mencapai angka 250 aliran.

28. Rasulullah menyebutkan ada 73 golongan dalam islam, dan hanya 1 yang akan masuk jannah yaitu “Al Jama’ah”.

29. Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis, namun ingatannya sangat kuat dan sangat cerdas.

30. kata2 terakhir Nabi Muhammad sebelum wafat adalah “Ummatii … ummatii … ummatii” yang mengungkapkan betapa besar cintanya kepada umatnya.

31. Selama 23 kali perang semasa Rasulullah memimpin, hanya sekali kekalahan yang di derita kaum muslimin, yakni, perang uhud

32. Musa A.S adalah nama yang paling sering disebut dalam Al-Qur’an, sedangkan maryam adalah satu2nya nama perempuan yang disebut dalam Al-Qur’an.

33. Al-Qur’an adalah buku terlaris di benua eropa.

34. Semua anak Nabi Muhammad, yakni, Al-Qasim,Abdullah dan Ibrahim, meninggal kurang lebih pada usia 2 tahun. Allah sengaja memanggil mereka lebih awal agar kaum muslimin tidak mengangkat mereka menjadi rasul yang baru.

35. Imam Ali bin Abi Thalib adalah satu-satunya orang yang pernah lahir di dalam Ka’bah.

36. Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

37. Al Khowarizmi (matematika), Jabir Ibn Hayyan (kimia), Ibnu Khaldun (sosiologi dan sejarah), Ibnu Sina (kedokteran), Ar Razi (kedokteran), Al Biruni (fisika), Ibnu Batutah (antropologi) adalah contoh dari ratusan cendikiawan muslim yang menjadi rujukan dalam ilmu pengetahuan modern.

38. Hijir Ismail ini dahulu merupakan tempat tinggal Nabi Ismail, disitulah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya dan kemudian menjadi kuburan beliau dan juga ibunya.

39. Maqom Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana dugaan atau pendapat sebagian orang. Maqom Ibrahim adalah batu pijakan pada saat Nabi Ibrahim membangun Ka’bah.

40. pasukan Salib datang ke Timur ketika Khalifah Bani Abbas berada dalam masa kemunduran. Tak diduga, banyak anggota pasukan Salib tertarik kepada Islam dan kemudian menggabungkan diri dengan pasukan Salib lainnya. Thomas Arnold, dalam Al Da’wah ila Al Islam, menyebutkan bahwa mereka masuk Islam setelah melihat kepahlawanan Salahuddin sebagai cerminan ajaran Islam.

Friday, October 12, 2012

Sejarah Penaklukan Konstantinopel Oleh Muhammad Al-Fatih (1453 M) FINAL




Armada laut Utsmani telah mencoba beberapa kali untuk melepas rantai besi di Tanduk Emas. Dan pada saat yang sama, mengarahkan serangan ke kapal-kapal Byzantine dan Eropa yang tiba untuk menyerang. Namun usaha ini tidak berhasil, kegagalan armada turki memberikan semangat kepada tentara Costantinople untuk terus bertempur. Pada saat yang sama para pendeta berjalan di lorong-lorong kota, mengingatkan penduduk supaya banyak bersabar serta terus berdoa kepada Tuhan supaya menyelamatkan Kostantinopel. Constantine XI Paleologus juga sering bolak-balik ke Gereja Aya Sofya untuk tujuan yang sama.

Walaupun begitu, kepungan armada laut Sultan Muhammad II masih belum berhasil menerobos masuk disebabkan oleh rantai besi yang melindungi Tanduk Emas. Pada saat yang sama, para mujahidin tetap terus melancarkan serangan sehingga pada 18 April 1453M, pasukan penyerang berhasil meruntuhkan tembok konstantinopel di Lembah Lycos yang terletak di sebelah barat kota namun dengan cepat tentara constantine berhasil menumpuk reruntuhan sehingga benteng kembali tertutup.
Rantai yang menghalangi kapal masuk ke Teluk Golden Horn. (koleksi Museum Hagia Sophia)

Pada hari yang sama, beberapa buah kapal perang utsmani mencoba melewati rantai besi di Tanjung Emas. Akan tetapi, gabungan armada laut Byzantine dan Eropa berhasil menghalanginya bahkan banyak kapal perang utsmani yang karam oleh serangan armada laut eropa dan Byzantium.

Dua hari setelah serangan itu, terjadi sekali lagi perang laut antara kedua belah pihak. Sultan Muhammad II sendiri mengawasi pertempuran dari tepi pantai. Saat itu juga, Sultan menunggang kudanya sehingga ke tepi laut sambil berteriak dengan sekuat tenaga untuk memberikan semangat. Kesungguhan Sultan Muhammad II berhasil menaikkan semangat tentaranya. Namun, gabungan armada eropa dan konstantinopel berhasil mematahkan serangan mujahidin walaupun mereka bersungguh-sungguh melancarkan serangan demi serangan. Kegagalan tersebut menyebabkan Sultan mengganti Palta Oglu dengan Hamzah Pasha.

Kegagalan serangan tersebut telah memberikan kekhawatiran kepada tentara utsmani. Khalil Pasha yang merupakan wazir/menteri ketika itu mencoba membujuk Sultan supaya membatalkan serangan serta menerima saja perjanjian penduduk Costantinople untuk tunduk kepada Daulah Utsmani tanpa menaklukannya. Saran itu ditolak mentah-mentah oleh Sultan. Kini tinggal memikirkan cara supaya armada laut turki utsmani bisa melewati tanduk emas.
Rantai yang melindungi pintu masuk ke Teluk Golden Horn

Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui selat Golden Horn yang sudah dirantai. Sampai akhirnya sebuah ide yang terdengar bodoh dikemukakan namun akhirnya dilakukan. Ide tersebut adalah memindahkan kapal-kapal perang yang berada di perairan Selat Bosporus ditarik melalui darat untuk menghindari rantai penghalang. Hanya dalam semalam 70-an kapal bisa memasuki wilayah perairan Golden Horn (Tanduk Emas) melalui jalur darat yang memiliki perbukitan yang tinggi dan terjal. (dari yang saya pernah baca teknisi menggunakan lembu atau sapi, kuda-kuda untuk menarik kapal dan 2 buah gelondongan kayu yang diapit menjadi satu sehingga bagian bawah kapal yang lebih lancip bisa melewati celah antara gelondongan untuk mempermudahnya kayu-kayu diolesi minyak sehingga licin, susunan kayu-kayu itu membentuk jalur yang menghubungkan 2 laut yang berbeda). Pekerjaan demikian tentu sebuah pekerjaan yang berat dan besar bahkan dianggap sebagai “mukjizat” yang tampak dari sebuah kecepatan berfikir dan kecepatan aksi yang menunjukkan kecerdasan Muhammad Al-Fatih dan ketaatan serta keinginan kuat pasukannya saat itu. Orang-orang Byzantium pun kaget, tak seorangpun yang percaya atas apa yang telah terjadi.

Pada subuh pagi tanggal 22 April, penduduk kota yang lelap itu terbangun dengan suara pekik takbir tentara Islam yang menggema di perairan Tanduk Emas. Orang-orang di konstantinopel gempar, tak seorang pun yang percaya atas apa yang telah terjadi. Tidak ada yang dapat membayangkan bagaimana semua itu bisa terjadi hanya dalam semalam. Bahkan ada yang menyangka bahwa tentara sultan mendapat bantuan jin dan setan!!??…. Yilmaz Oztuna di dalam bukunya Osmanli Tarihi menceritakan salah seorang ahli sejarah tentang Byzantium mengatakan:
70 kapal di tarik melewati bukit di daerah Galata untuk masuk ke Teluk Golden Horn yang di hadang rantai.
“Kami tidak pernah melihat dan tidak pernah mendengar sebelumnya, sesuatu yang sangat luar biasa seperti ini. Muhammad Al-Fatih telah mengubah bumi menjadi lautan dan dia menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak-puncak gunung sebagai pengganti gelombang-gelombang lautan. Sungguh kehebatannya jauh melebihi apa yang dilakukan oleh Alexander yang Agung,”

Sulthan Muhammad Al-Fatih mengejutkan musuhnya dari waktu ke waktu dengan seni serangan yang selalu berbeda dari segi perang dan pengepungan, seni perang yang dia lakukan merupakan inovasi baru yang belum pernah dikenal sebelumnya.

Dengan posisi tentara islam yang semakin kuat, Sultan Muhammad II melancarkan serangan besar-besaran ke benteng terakhir konstantinopel. Tembakan meriam yang telah mengkaramkan sebuah kapal dagang di Tanjung Emas, menyebabkan tentara Eropa yang lain lari ketakutan. Mereka telah meninggalkan pertempuran melalui kota Galata. Semenjak keberhasilan kapal mujahidin memasuki perairan Tanjung Emas, serangan dilancarkan siang dan malam tanpa henti.

Takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar!” yang menggema di segala penjuru Costantinople telah memberikan serangan psikologis kepada penduduk kota itu. Semangat mereka terus luntur dengan ancaman demi ancaman dari pekikan takbir mujahiddin. Ketika ribut yang belum juga reda, penduduk Costantinople menyadari bahwa tentara Islam telah membuat terowongan untuk masuk ke dalam pusat kota. Ketakutan melanda penduduk sehingga mereka curiga dengan bunyi tapak kaki sendiri. Kalau-kalau tentara ‘turki’ keluar dari dalam bumi !!






























Sultan Muhammad II yakin bahwa kemenangan semakin tiba, mendorong beliau untuk terus berusaha agar Constantine XI Paleologus menyerah kalah tanpa terus membiarkan kota itu musnah akibat gempuran meriam. Sekali lagi Sultan mengirim utusan Ismail Isfendiyar Beyoglu untuk meminta Constantine XI Paleologus agar menyerahkan Costantinople secara aman. Costantine telah berunding dengan para menterinya. Ada yang menyarankan supaya mereka menyerah kalah dan ada pula yang ingin bertahan sampai akhir. Costantine akhirnya setuju dengan pandangan kedua lantas mengirimkan balasan,

“… syukur kepada Tuhan karena Sultan memberikan keamanan dan bersedia menerima pembayaran jizyah. Akan tetapi Costantine bersumpah untuk terus bertahan hingga ke akhir hayatnya demi takhta… atau mati dan dikuburkan di kota ini!”.

Pada 27 Mei 1453, Sultan Muhammad II bersama tentaranya meluruskan niat dan membersihkan diri di hadapan Allah SWT. Mereka membanyakkan solat, doa dan zikir dengan harapan Allah SWT akan memudahkan kemenangan. Para ulama pula memeriksa barisan tentara sambil memberi semangat kepada para mujahidin. Mereka diingatkan tentang kelebihan jihad dan syahid serta kemuliaan para syuhada’ terdahulu khususnya Abu Ayyub Al-Ansari RA.

“…sesungguhnya apabila Rasulullah SAW tiba di Madinah ketika kemenangan hijrah, baginda telah pergi ke rumah Abu Ayyub Al-Ansari. Sesungguhnya Abu Ayyub telah pun datang (ke Costantinople) dan berada di sini!” Kata-kata inilah yang membakar semangat tentara islam hingga ke puncaknya.

Pada saat yang sama, penduduk Costantinopel berdoa di rumah dan gereja-gereja mereka dengan khidmat berharap Tuhan menolong mereka……

Tepat jam 1 pagi hari Selasa, 20 Jamadil Awal 857 H / 29 Mei 1453 M, serangan umum dilancarkan. Sulthan Muhammad Al-Fatih sebelum penyerangan umum sulthan memberikan pidato kepada tentara Islam 


“Jika penaklukan kota Konstantinopel sukses, maka sabda Rasulullah SAW telah menjadi kenyataan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti, maka kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi janji dari hadits ini, yang berupa kemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu, sampaikanlah pada para pasukan satu persatu, bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini, akan menambah ketinggian dan kemuliaan Islam. Untuk itu, wajib bagi setiap pasukan, menjadikan syariat selalu didepan matanya dan jangan sampai ada diantara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini. Hendaknya mereka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan dan gereja-gereja. Hendaknya mereka jangan mengganggu para pendeta dan orang-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran.”

Diiringi hujan panah, tentara turki islam maju dalam tiga lapis pasukan, irregular army (tentara biasa) di lapis pertama, Anatolian Army di lapis kedua dan terakhir pasukan khusus Yanissari. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Penduduk Costantinople telah berada di puncak ketakutan mereka pagi itu. Mujahidin yang memang menginginkan mati syahid, begitu berani maju menyerbu tentara konstantinopel.



Tentara islam akhirnya berhasil menembus kota Costantinople melalui Pintu Edirne dan mereka telah berhasil mengibarkan bendera Daulah utsmani di puncak kota. Adalah seorang tentara muda bernama Ulubatli Hasan yang pertama menancapkan bendera Daulah Usmani pada tanah Byzantine. Constantine XI Paleologus yang melihat kejadian itu melepas baju perang kerajaannya dan maju bertempur bersama pasukannya hingga menjadi martir dan tak pernah ditemukan jasadnya. Giustiniani sendiri melarikan diri meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, dan Pangeran Orkhan gugur di peperangan.

Berita kematian Costantine telah menaikkan lagi semangat tentara Islam untuk terus menyerang. Namun sebaliknya, bagaikan pohon tercabut akar, tentara konstantinopel menjadi tercerai berai mendengar berita kematian Rajanya.

Tepat pada hari Selasa siang tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bertepatan tanggal 29 Mei 1453 M, Konstantinopel jatuh dan berhasil ditaklukan oleh para mujahiddin, Sulthan Muhammad Al-fatih kemudian dia turun dari kudanya dan memberi penghargaan pada pasukan dengan ucapannya “MasyaAllah, kalian telah menjadi orang-orang yang mampu menaklukkan konstantinopel yang telah Rasulullah kabarkan.” baru kemudian beliau sujud kepada Allah SWT di atas tanah, sebagai ungkapan syukur dan pujian serta bentuk kerendahan diri dihadapan-Nya.
Sultan Muhammad II saat memasuki gerbang kota usai penaklukan.

Pada hari itu, mayoritas penduduk Costantinople bersembunyi di gereja-gereja sekitar kota. Sultan Muhammad II berpesan kepada tentaranya supaya berbuat baik kepada penduduk Costantinople. Beliau kemudian menuju ke Gereja Aya Sofya yang ketika itu menjadi tempat perlindungan sejumlah besar penduduk kota. Ketakutan jelas terbayang di wajah masing-masing penduduk ketika beliau menghampiri pintu gereja. Salah seorang pendeta telah membuka pintu gereja, dan Sultan meminta beliau supaya menenangkan penduduk.
Hagia Sophia

Selepas itu, Sultan Muhammad II meminta supaya gereja berkenan ditukar menjadi masjid. Agar hari Jumat pertama nanti bisa dikerjakan sholat jumat. Sementara gereja lainnya tetap seperti biasa. Para pekerja bertugas menanggalkan salib, patung dan menutupi gambar-gambar untuk tujuan sholat. Pada hari Jumat itu, Sultan Muhammad II bersama para muslimin telah mendirikan sholat Jumat di Masjid Aya Sofya. Khutbah yang pertama di Aya Sofya itu disampaikan oleh Asy-Syeikh Ak Semsettin. Nama Costantinople kemudiannya diganti “Islam Bol / Islambul”, yang berarti “Kota Islam” dan kemudian dijadikan sebagai ibu kota ketiga Khilafah Othmaniyyah setelah Bursa dan Edirne.

Atas jasanya Sultan Muhammad II diberi gelar Al-Fatih (pembebas), sehingga beliau sering dipanggil Sultan Muhammad Al-Fatih. Pertempuran merebutkan kota konstantinopel berlangsung dari tanggal 6 april s/d 29 mei 1453, atau hampir 2 bulan lamanya.

Konsekuensi Penaklukan

Dari penaklukan ini masyarakat kristiani Konstantinopel dan muslim disatukan dalam suatu Daulah/negara Islam yang tidak ada perlakuan diskriminatif sekecil pun. Masing-masing warga mendapatkan hak dan keadilan termasuk perlindungan dari gangguan keamanan serta kebebasan menjalankan ibadahnya sesuai syariat yang dijalankan Khalifah.

Bagi Daulah Utsmani, Konstantinopel merupakan suatu stasiun perbatasan untuk melakukan kampanye jihad ofensif lebih lanjut untuk menembus Eropa agar Islam sebagai rahmatan lilallamin tersebar diseluruh bumi Allah SWT.

Setelah penaklukan banyak seniman dan para filusuf Konstantinopel yang hijrah ke pusat Eropa terutama Roma. Dengan mengambil dan membawa manuskrip-manuskrip penting tentang perkembangan intelektual. Kaum terpelajar ini memainkan peranan penting dalam gerakan untuk menghidupkan kembali dan merevisi budaya klasik Yunani. Dari penyatuan kedua golongan inilah lahir masa Renaissans Eropa. Hingga merembet ke masa Revolusi Yunani, Revolusi Industri di Inggris.

Hikmah

Dari sejarah ini hendaknya kita kaum muslim selalu berpegang teguh kepada syariah. Hukum Allah yang kekal sepanjang masa dan applicable dalam segala sendi kehidupan. Serta sekali-kali jangan melupakan sejarah. Penaklukan Konstantinopel karena bersatunya umat islam dalam satu kepemimpinan seorang khilafah. Maka amatlah perlu bagi kita umat islam sekarang untuk memiliki pemimpin dan semoga khilafah islamiyah akan segera tegak kembali. Seperti janji dari Hadis Rasulullah SAW berikut:
“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian; kemudian beliau diam.” (HR. Ahmad dan al-Bazar).





 Footnote:

(1) Lihat: Dalaa’il Nubuwwah, karya Syeikhul Islam Ibnu Taymiyyah hal 46.
(2) Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi, hal 43 dan Mehmed II di www.Wikipedia.com
(3) Periksa: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi
(4) Lihat: Mehmed II di www.Wikipedia.com
(5) Lihat: Shuwar Min hayatis Shohabah, karya Dr. Abdur Rahman Raf’at Pasya hal 73.
(6) Periksa: Sulthan Muhammad al-Fatih, karya Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi dan Mehmed II di www.Wikipedia.com.
(7) Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi hal 82-83.
(8) Pasukan infanteri adalah istilah militer untuk pasukan yang berjalan kaki.
(9) Pasukan kavaleri adalah pasukan yang mobilisasinya menggunakan kendaraan. Pada zaman dahulu, yang dimaksud dengan pasukan kavaleri adalah pasukan yang mengendarai kuda.
(10) Pasukan artileri adalah pasukan yang bertugas mengoperasikan meriam.
(11) Pasukan regular adalah pasukan yang berdinas tetap sebagai tentara.
(12) Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi dan Mehmed II di www.Wikipedia.com
(13) Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi, hal 86-90

Sejarah Penaklukan Konstantinopel Oleh Muhammad Al-Fatih (1453 M) PART 2



Ottoman Siege : Pasukan Turki Utsmani yang sangat canggih di zamannya dengan teknologi Meriam Terbesar di zamannya


Di masa khilafahan Abbasiyah berlangsung serangan yang demikian intensif ke Byzantium, namun demikian usaha ini belum sampai menyentuh Konstantinopel walaupun serangan itu telah menimbulkan gejolak di dalam negeri Byzantium, khususnya serangan yang dilakukan oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid pada tahun 190 H. Setelah itu upaya penaklukan Konstantinopel dilanjutkan oleh Kesultanan Islam Saljuk di Asia Kecil; seperti Sulthan Alib Arsalan yang telah berhasil mengalahkan tentara Kaisar Rumanos dari Romawi dengan pasukannya yang berjumlah kurang lebih 200.000 personil hanya dengan tentara Islam sejumlah 15.000 personil dalam Perang Manzikart pada tahun 464 H/1070 M. Kemenangan Spektakuler ini merupakan titik perubahan penting dalam sejarah Islam. Sebab peristiwa ini telah melemahkan pengaruh Romawi di Asia Kecil yang tak lain adalah wilayah-wilayah strategis kekaisaran Byzantium.

Ketika kekhilafahan Abbasiyah yang beribukota di Baghdad dihancurkan oleh serbuan pasukan Mongolia, muncullah Utsman peletak dasar Kekhilafahan Utsmaniyah. Dengan kekuasaan yang baru lahir dia telah berhasil menembus laut Marmarah, dengan bala tentaranya dia berhasil membayangi dua kota utama Byzantium kala itu yakni Azniq dan Burshah. Setelah wafatnya Utsman, Khalifah penggantinya Orkhan melanjutkan misi pendahulunya. Tahun 727H/1327M Nicomedia sebuah kota yang berada di barat laut Asia kecil dekat kota Konstantinopel berhasil ditaklukan.

Sulthan Orkhan sangat peduli untuk merealisasikan apa yang pernah dikabarkan oleh Rasulullah SAW tentang akan ditaklukkannya Konstantinopel. Dia telah melakukan langkah-langkah strategis untuk melakukan pengepungan terhadap ibukota Byzantium dari sebelah barat dan timur pada saat yang bersamaan, agar bisa merealisasikannya, dia mengirim anaknya yang bernama Sulaiman untuk melintasi selat Dardanela dan memerintahkannya agar menguasai beberapa wilayah di sebelah barat. Tahun 758 H Sulaiman berhasil menyeberangi selat Dardanil pada malam hari bersama pasukan kavaleri, tatkala sampai di tepi barat, mereka berhasil mengambil alih beberapa kapal milik tentara Romawi yang sedang berada ditempat itu, lalu mereka membawa kapal–kapal ke tepi timur, mengingat tentara Utsmani belum memiliki armada laut sebab kekuasaan mereka baru saja berdiri. Di tepi timur inilah, Sulaiman memerintahkan pasukannya untuk menaiki kapal-kapal itu yang membawa mereka ke pantai Eropa. Mereka mampu menaklukkan benteng Tarnab, dilanjutkan ke Ghalmabuli yang di dalamnya ada benteng Jana dan Apsala serta Rodestu, semuanya berada di selat Dardanela yang berada diutara dan selatan.

Dengan begitu Sulthan Orkhan telah melakukan sebuah langkah penting dan membuka jalan bagi pemimpin yang datang setelahnya untuk menaklukkan Konstantinopel. Di Eropa, tentara Utsmani melakukan futuhat (penaklukan) di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Byzantium. Pada tahun 762 H/1360 M, Sulthan Murad I mengusai Adrianopel (Edirne), sebuah kota yang sangat strategis di Balkan dan dianggap sebagai kota kedua setelah Konstantinopel oleh Byzantium. Dia menjadikan kota ini sebagai ibukota pemerintahannya sejak tahun 768 H/1366 M. Pada masa kepemimpinan Sulthan Bayazid I terjadi pengepungan Konstantinopel dengan pasukan yang dipimpinnya sendiri hingga membuat Konstantinopel hampir menemui keruntuhannya. Namun karena munculnya sebuah bahaya baru (Timur Lenk dari Mongolia) yang mengancam pemerintahan Utsmani akhirnya Sulthan Bayazid menarik mundur pengepungan tersebut.

Pada masa pemerintahan Sulthan Murad II beberapakali usaha penaklukkan Kota Konstantinopel dilakukan. Bahkan di masanya pasukan Islam beberapa kali mengepung kota ini. Adalah Sulthan Muhammad II, putera Sulthan Murad II yang melanjutkan penaklukkan Konstantinopel baik dari ayahnya maupun pendahulunya, dalam rangka penaklukan konstantinopel dia berusaha untuk memperkuat kekuatan militer Utsmani dari segi kuantitas hingga mencapai 250.000 personil. Selain membekali pasukan dengan kemampuan tempur dia juga menanamkan semangat Jihad. Sulthan selalu mengingatkan mereka akan pujian Rasulullah pada pasukan yang mampu membuka Kota Konstantinopel. Dia selalu berharap, tentara yang dimaksud Rasulullah adalah tentaranya. Hal ini memberikan dorongan moral serta ruhiyyah yang sangat kuat dan tiada tara di seluruh benak pasukannya. Selain itu ia juga memperkuat infrastruktur angkatan bersenjata dan modernisasi peralatan tempur, dengan membangun benteng Romali Hisyar di wilayah selatan Eropa di selat Bosphorus pada sebuah titik yang paling strategis yang berhadapan dengan benteng yang pernah dibangun pendahulunya yaitu Sulthan Bayazid di daratan Asia. Meski sempat dihalangi oleh Kaisar Romawi dengan ganti uang yang akan dibayarkan pada sulthan, Sulthan tetap menolak dengan tegas. Hingga akhirnya selesailah satu benteng yang demikian tinggi dan sangat aman. Tingginya sekitar 82 meter. Beliau juga menyiapkan meriam-meriam yang berukuran sangat besar dalam penaklukan kali ini. Dalam Hal ini, Sulthan membebaskan tawanan insinyur ahli pembuat meriam yang bernama Orban dari penjara Konstantinopel, jadilah Meriam yang sangat besar (meriam Sulthan Muhammad) memiliki bobot puluhan ton dan membutuhkan bantuan lembu untuk menariknya.

Midfa’ Sulthoniy, meriam raksasa penggetar Konstantinopel.

Persiapan Sultan Muhammad al-Fatih juga tidak kalah matang dari musuhnya untuk menggempur mereka. Sultan mengambil tindakan untuk menguasai semua perkampungan yang ada di sekitar benteng Konstantinopel. Hal ini berakibat putusnya jalur komunikasi antara Konstantinopel dengan Negara-negara lain. Selain itu, semangat jihad para pasukan Sultan juga semakin menggelora. Mereka ingin segera berperang untuk meninggikan agama Islam, meraih syahid di jalan Allah, serta pahala yang besar dari sang pencipta. Para Ulama’ juga tidak ketinggalan berada di tengah-tengah pasukan untuk membakar semangat jihad mereka.

Di tengah upaya Sultan Muhammad al-Fatih mematangkan persiapan pasukannya untuk berperang, secara tidak di sangka-sangka datang seorang ahli pembuat meriam dari kota Konstantinopel menawarkan jasa keahliannya membuat meriam kepada Sultan Muhammad al-Fatih. Sebelumnya lelaki ini bekerja untuk Konstantinopel. Namun karena penguasa Konstantinopel tidak kunjung membayar upah yang dijanjikan sebelumnya kepadanya, ia akhirnya membelot dan menawarkan jasanya kepada Sultan. Bak mendapat durian runtuh, Sultan Muhammad langsung menyambut tawaran emas dari sang ahli pembuat meriam ini. Sultan memberinya banyak harta dan fasilitas lengkap kepadanya untuk segera memulai pekerjaannya. Proyek besar ini sendiri dibantu oleh para arsitek senjata asal Turki dan pengawasannya dibawahi langsung oleh Sultan sendiri.

Selang tiga bulan kemudian, ahli pembuat meriam ini sukses menyelesaikan penggarapan sejumlah meriam untuk memperkuat pasukan militer Sultan. Di antaranya terdapat sebuah meriam raksasa yang belum pernah dibuat sebelumnya di muka bumi ini. Beratnya sekitar tujuh ratus ton. Peluru meriamnya juga memiliki ukuran yang sangat besar. Diperlukan seratus ekor kerbau ditambah seratus orang laki-laki yang kuat untuk menarik atau memindahkan meriam ini dari satu tempat ke yang tempat lain. Meriam ini akhirnya kondang dengan nama Midfa’ Sulthoniy atau meriam sang Sultan.

Sebelum uji coba meriam raksasa ini dilangsungkan, Sultan terlebih dahulu memperingatkan warganya agar tidak terkejut dengan kerasnya suara tembakannya. Ketika diuji coba, suara dentumannya terdengar hingga jarak tiga belas mil jauhnya. Peluru meriam tersebut akhirnya jatuh dan membuat lubang sedalam enam kaki. Sungguh luar biasa! Sultan gembira sekali setelah mengetahui hasil yang memuaskan dari uji coba meriam ini. Kemampuan meriam ini semakin menambah rasa percaya diri Sultan Muhammad Tsaniy dan pasukannya untuk menaklukkan benteng Konstantinopel. Sultan juga tidak lupa memberi bonus kepada sang ahli atas jerih payahnya yang telah mengarsiteki pembuatan meriam raksasa ini. (7)
Meriam Sultan Muhammad yang tersimpan di Museum Nasional Turki

Spesifikasi Meriam Sultan Muhammad

Dibuat tahun 1453 di Hongaria dan digunakan bangsa Turki untuk merebut Konstantinopel, mereka membuat shok pembuatnya dengan tidak disangka melakukan apa yang telah mereka telah rencanakan yaitu mengirim 1500 pon bola granit ke siapa saja dimana moncong meriam ini diarahkan.

Sebelum serangan dilancarkan, Sultan Muhammad II telah mengadakan perjanjian dengan kerajaan yang berbatasan langsung dengan konstantinopel diantaranya ialah perjanjian yang dibuat dengan kerajaan Galata yang bersebelahan dengan Byzantine. Ini merupakan strategi yang penting supaya seluruh tenaga dapat difokuskan kepada musuh yang satu tanpa ada ancaman lain yang tidak terduga.

Selain itu, dalam mempersiapkan penaklukan kota Konstantinopel, Sulthan juga memperkuat armada laut Utsmani mengingat Konstantinopel adalah sebuah kota laut, yang tidak mungkin bisa dikepung kecuali dengan menggunakan armada laut. Disebutkan bahwa kapal perang yang telah dipersiapkan berjumlah 400 unit. Meriam-meriam besar telah digerakkan dari Adrianopel menuju Konstantinopel dalam jangka waktu dua bulan.

Keseriusan Sultan Muhammad II telah mendorong Kaisar Byzantium berusaha mendapatkan pertolongan dari negara-negara Eropa. Beliau memohon pertolongan dari gereja Katholik roma, sedangkan ketika itu semua gereja di Kostantinopel menjadi beraliran Orthodoks. Demi mendapatkan bantuan, Constantine XI Paleologus setuju untuk menukar aliran di kostantinopel demi menyatukan kedua aliran yang saling bermusuh itu. Perwakilan dari Eropa telah tiba di konstantinopel untuk tujuan tersebut. Constantine XI berpidato di Gereja Aya Sofya menyatakan ketundukan Byzantium kepada Katholik Roma. Hal ini telah menimbulkan kemarahan penduduk Kostantinopel yang beraliran Orthodoks. Sehingga ada di antara pemimpin Orthodoks berkata,“Sesungguhnya aku lebih rela melihat di bumi Byzantine ini sorban orang Turki (muslim) daripada aku melihat topi Latin!” Situasi ini telah mencetuskan pemberontakan rakyat terhadap keputusan Constantine XI yang dianggap telah berkhianat.

Awal pengepungan

Setelah proses persiapan yang teliti, Akhirnya pasukan yang dipimpin langsung Sultan Muhammad II sampai didekat Konstantinople pada hari Kamis tanggal 26 Rabiul Awwal 857 H (6 April 1453 M). bersama gurunya, syaikh Aaq Syamsudin, dan tangan kanannya, Halil Pasha dan Zaghanos Pasha, mereka merencanakan penyerangan ke Konstantinopel dari berbagai penjuru kota dengan berbekal 250.000 ribu pasukan, meriam dan 400 kapal perang. The same day the city was besieged from the Golden Horn to the Marmara Sea from the land.Dan pada hari yang sama seluruh kota telah terkepung mulai dari Golden Horn ke Laut Marmara dari tanah.

Kemudian Sultan bersama dengan para staf militernya menyusun strategi perang untuk menggempur benteng Konstantinopel; Pasukan infanteri (8), kavaleri (9), dan artileri (10) diperintahkan untuk mengambil posisinya masing-masing. Pasukan regular (11) dan beberapa regu khusus bersama dengan pasukan non-reguler mengemban tugas utama untuk mengepung benteng sekaligus menyerangnya. Ada juga pasukan yang disiapkan Sultan untuk menggempur benteng dari arah pintu Rumanus –sisi ini adalah daerah yang paling lemah pertahanannya-, kelompok ini bertugas membantu penyerangan pasukan utama sekaligus mendobrak benteng dari sisi ini. Armada laut Sultan juga tidak ketinggalan ambil bagian dari pengepungan ini; tiga ratus kapal perang -baik yang berukuran kecil hingga yang besar- juga turut mengepung Konstantinopel dari arah laut. Selain itu, Armada laut Sultan juga bertugas; mencegah bala bantuan yang mungkin datang dari arah laut menuju Konstantinopel, menyerang kapal-kapal musuh yang menjaga teluk, menghancurkan rantai besi yang diletakkan tentara Konstantinopel di teluk yang telah membuat kapal-kapal Sultan tidak bisa memasuki teluk karena terhalang olehnya.

Setelah semua pasukan mengambil posisinya, Sultan mengirim pesan kepada penguasa Konstantinopel agar mau menyerahkan kota secara baik-baik kepada kaum muslimin. Jika hal itu dilakukan, Sultan berjanji untuk memperlakukan masyarakat Konstantinopel dengan baik dan menjamin keselamatan jiwa, harta, serta kebebasan beragama mereka. Namun tawaran Sultan ini ditolak mentah-mentah oleh pemimpin Konstantinopel. Mereka merasa yakin akan kekuatan pertahanan benteng mereka serta bala bantuan dari para sekutu.(12)

Sulthan Muhammad berpidato di hadapan pasukan dengan berapi-api dan penuh semangat yang memicu pasukan untuk berjihad dan meminta kemenangan pada Allah SWT atau mati syahid. Dalam khutbahnya, Sulthan menjelaskan arti pengorbanan dan keikhlasan dalam berjihad tatkala berhadapan dengan musuh. Dia membacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi seruan Jihad, sebagaimana ia juga menyebutkan hadits-hadits Rasulullah yang mengabarkan tentang penaklukkan Konstantinopel dan keutamaan prajurit yang membukanya serta keutamaan pimpinan pasukannya. Dia menyebutkan, bahwa dengan dibukanya Konstantinopel berarti akan memuliakan nama Islam dan kaum Muslim. Pasukan Islam saat itu melakukan gempuran dengan membaca Laa Ilaaha Illallah dan Allahu Akbar sebelumnya Muhammad Al-Fatih memimpin do’a dengan khusyu’ kepada Allah SWT untuk kemenangan dia dan pasukannya dalam menaklukkan Konstantinopel.

Sulthan Muhammad II kemudian mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk Islam, menyerahkan penguasaan kota secara damai atau memilih perang. Constantine Paleologus bertahan untuk tetap mempertahankan kota. Ia dibantu oleh Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani dari Genoa.

Gambaran benteng pertahanan.

Jika dilihat dari udara, benteng yang mengitari Konstantinopel memiliki bentuk seperti segitiga. Salah satu sisinya menghadap laut Marmaroh, sisi yang satunya lagi menghadap ke teluk, dan sisi yang terakhir menghadap ke daratan yang mengarah ke Eropa –di sisi inilah pasukan utama Sultan berada-. Benteng ini dikelilingi oleh parit selebar enam puluh kaki untuk merintangi gerakan musuh yang berusaha mendekat.

Benteng ini memiliki beberapa pintu, antara lain:

Pintu Adrenah

Pintu Midfa’ (disebut juga dengan nama pintu Rumanus)

Pintu Askariy

Untuk menerobos benteng ini, Sultan Muhammad al-Fatih membagi posisi pasukannya sebagai berikut:


Regu pertama:

Maymanah : Terdiri dari pasukan Anadhol yang dikomandoi oleh Ishaq Pasya dan Mahmud Bek. Pasukan ini mengambil posisi berhadapan dengan pintu Midfa’.

Regu kedua:

Maysaroh : Terdiri dari beberapa pasukan yang dipimpin Qurjah Pasya. Pasukan ini mengambil posisi yang berhadapan dengan pintu Adrenah.

Regu ketiga:

Qolb : terdiri dari pasukan utama dan pasukan pilihan yang dipimpin sendiri oleh Sultan Muhammad al-Fatih. Posisi pasukan ini berhadapan dengan pintu Midfa’. Dan di belakang posisi pasukan inilah Sultan mendirikan kemah yang berfungsi sebagai pusat komando jalannya pertempuran pasukan beliau. (13)

Kota dengan benteng tinggi 10-an meter tersebut memang sulit ditembus, selain itu di sisi luar benteng dilindungi oleh parit-parit dalam. Dari sebelah barat pasukan altileri harus membobol benteng setebal dua lapis sedangkan dari arah selatan laut Marmara, armada laut turki utsmani harus berhadapan dengan kapal perang Genoa pimpinan Giustiniani dan di arah timur selat sempit tanduk emas sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa melewatinya.

Constantine XI Paleologus telah melakukan negosiasi dengan berbagai tawaran demi untuk menyelamatkan kedudukannya. Akan tetapi Sulthan muhammad II menolak semua tawaran itu justru sebaliknya ia memberi saran supaya Konstantinopel diserahkan kepada Daulah utsmani secara aman. Sultan Muhammad II berjanji, jika Konstantinopel diserahkan secara aman, tiada seorang pun yang akan diapa-apakan bahkan tidak ada gereja dan harta benda penduduk Konstantinopel yang akan dimusnahkan.

Antara isi kandungan ucapannya, “…serahkan kekaisaranmu, kota Konstantinopel. Aku bersumpah bahwa tentaraku tidak akan mengancam nyawa, harta dan kehormatan mereka. Mereka yang ingin terus tinggal dan hidup dengan amat sejahtera di Konstantinopel, bebas berbuat demikian. Dan siapa yang ingin meninggalkan kota ini dengan aman sejahtera juga dipersilakan“.

Keesokan harinya, Sultan Muhammad II telah menyusun dan membagi tentaranya menjadi tiga bagian. Pertama adalah gugus utama yang bertugas mengepung benteng yang mengelilingi Costantinopel. Di belakang kumpulan utama itu adalah tentara cadangan yang bertugas menyokong tentera utama. Meriam telah diarahkan ke pintu Topkapi. Pasukan pengawal juga diletakkan di beberapa kawasan strategis seperti kawasan-kawasan bukit di sekitar Kota Byzantine. Armada laut utsmani juga diletakkan di sekitar perairan yang mengelilingi Konstantinopel. Akan tetapi kapal-kapal tidak bisa memasuki perairan Tanduk Emas disebabkan rantai raksasa yang menghalanginya.

Semenjak hari pertama serangan, tentera Byzantine telah berusaha keras menghalangi tentara islam merapat ke pintu-pintu masuk kota mereka. Tetapi serangan tentera Islam telah berhasil mematahkan halangan itu, ditambah dengan serangan meriam dari berbagai sudut. Bunyi meriam saja telah menimbulkan rasa takut yang amat sangat kepada penduduk Costantinople sehingga menghilangkan semangat mereka untuk melawan.

Footnote:

(7) Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi hal 82-83.
(8) Pasukan infanteri adalah istilah militer untuk pasukan yang berjalan kaki.
(9) Pasukan kavaleri adalah pasukan yang mobilisasinya menggunakan kendaraan. Pada zaman dahulu, yang dimaksud dengan pasukan kavaleri adalah pasukan yang mengendarai kuda.
(10) Pasukan artileri adalah pasukan yang bertugas mengoperasikan meriam.
(11) Pasukan regular adalah pasukan yang berdinas tetap sebagai tentara.
(12) Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi dan Mehmed II di www.Wikipedia.com
(13) Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi, hal 86-90


Bersambung......