Friday, July 19, 2013

Celah Kebahagiaan Dalam Kesendirian

Bissmillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh

Sahabatku..., jika saja di hari ini ada jiwa yang tengah menggigil digigit sunyi maka izinkanlah sejenak saja deretan kata sederhanaku mengetuk hati dan mengalir memasuki jiwamu, menggugah dan mengalihkan keluhan yang sempat terlintas
di langit hatimu dan mengubahnya menjadi untaian syukur, agar kita senantiasa berada dalam ridhoNya

Wahai jiwa-jiwa yang tenang... "Jangan
'kesendirian' membuatmu khawatir tentang apa yang difikirkan orang lain tentang pilihanmu".

Segera perbarui lagi niatmu, teguhkan kembali dan katakanlah bahwa
kesendirian itu adalah cerminan
ketangguhan...dan kemenangan dalam memerangi gelora nafsu di dadamu...

Katakan dengan lantang "Aku bahagia
melihat iblis tidak lagi memiliki celah untuk menjerumuskanku..".

Agar kamu bahagia dalam kesendirianmu, sebelum pilihan Allah
menemuimu di ujung yang pasti nanti.

Agar kesendirian itu tidak sia-sia... tidak kosong...

Agar kesendirian itu penuh makna... dalam rangka terus mendekatkan diri kepada Allah yang telah menebarkan cintaNya di hati-hati manusia, dalam gerimis dan kabut-kabut yang dihembus awan.

Pahamilah... jika rasa dan kekecewaan yang membelit jiwamu itu masih berbekas dan menindih logikamu, segera ma'afkan dan relakan.

Cinta yang sesungguhnya tidak akan
membutakanmu, tidak akan membuat telingamu tuli. Tidak... tidak akan pernah.

Cinta sejati adalah cinta yang senantiasa bersahutan..., berderu-deru dalam gemuruh ombak..., beriak di gelisah lautan..., diam dalam ketenangan..., indah dalam kesedihan..., nikmat dalam kekecewaan...

dan tidak mati dengan kematian...

Cinta yang akan tetap indah, dan berbalas meski terbagi miliyaran angka tak terbatas semesta... Itulah
cinta Allah, arahkan cinta kita untuk meraih cintaNya.

Aku tahu, sendiri itu tidaklah seindah syair- syair yang kulukis. Ada cerita tersembunyi dalam kesendirian yang tak siapapun mengingkari, ada iri, ada euphoria dan khawatir.

Aku tidak menyalahkanmu, aku
hanya ingin menawarkan sebuah obat untuk kekecewaan itu.

Obat sederhana, yang mungkin bosan terdengar di telingamu. Ya...
kita sering mendengar "Ikhlaskanlah..", tapi telinga kita tuli, tidak mendengar atau sedikit saja memahami.

Ketahuilah, Allah telah menyediakan
sepenggal kata ini untuk kita pahami. Ikhlas adalah obat yang sangat tepat bagi semua macam bentuk penyakit yang mengguncang tubuh maupun jiwa termasuk kegagalan dan
segala bentuk kekecewaan, Bahkan
kematian...

Maafkanlah, relakanlah dan arahkan kembali cinta itu. Karena belum tentu, saat cinta manusia yang kamu kagumi itu akan melahirkan kebahagiaan.

Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika Allah mencintaimu.

Dari kesemua itu pesanku adalah "Jangan sampai kesendirianmu membuatmu bersedih atau khawatir, padahal kamulah orang orang
yang benar dan berhati hati dalam
mengarungi masa muda ini.

" Bangkit... bangkitlah... sayangi tubuhmu, sayangi hatimu. Tidak ada yang akan lebih peduli selain dirimu.

Bangkitlah... segera temui Rabbmu di sana. Jangan biarkan airmata
mengering di wajahmu, segera basuh dengan air wudhu.

Kita masih merasa beruntung
memiliki tempat mengadu dari segala
kegelisahan. Dalam shalat, benamkan
wajahmu segera...!

Demikianlah sahabatku... semoga renungan ini bermanfaat. Akhirnya
tulisan inipun kuakhiri dengan serinai
SENYUM terkembang untukmu...

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.

Published with Blogger-droid v2.0.10

0 comments:

Post a Comment